MAKALAH MANUSIA DAN PENDERITAAN


MAKALAH MANUSIA DAN PENDERITAAN

NAMA     : NUR HIKMAH SUFARAJ
NPM      :15115184
KELAS  :1KA25 


KATA PENGANTAR
 
Dengan mengucapkan puji syukur ke hadirat Allah SWT dan sungguh berkat limpahan rahmat -Nya  penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini demi memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. Penyusunan makalah ini dapat terselesaikan berkat adanya bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terimakasih. Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan, sehingga dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi lebih baiknya kinerja penulis yang akan mendatang. Semoga makalah ini dapat memberikan tambahan ilmu pengetahuan dan informasi yang bermanfaat bagi semua pihak dikehidupan sehari-hari. 
BAB I
PENDAHULUAN

1.1.        Latar Belakang
Dialam semesta ini Tuhan telah menciptakan berbagai macam makhluk hidup, dan diantara makhluk hidup ciptaan Tuhan, manusia adalah yang paling mulia. Semua itu dikarenakan manusia dianugerahi akal dan pikiran untuk membedakan hal baik dan tidak baik untuk kehidupannya. Walaupun dalam kenyataannya banyak manusia yang salah langkah dalam kehidupannya karena mereka tidak dapat mengoptimalkan akal pikiran yang sudah dianugerahi tersebut dengan sebaik –baiknya.
Manusia merupakan makhluk social dimana mereka tidak dapat hidup sendiri, secara sadar maupun tidak, mereka membutuhkan orang lain didalam kehidupannya. Ada banyak realita kehidupan seorang manusia seperti kebahagiaan dan penderitaan.
Tidak ada seorang pun manusia yang hanya memiliki kebahagiaan saja maupun penderitaan saja dalam kehidupannya, kedua hal tersebut selalu ada di setiap realita perjalanan manusia. Namun penderitaan bukanlah suatu hal terburuk dalam hidup seseorang. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, dan berbeda – beda pada setiap individu, ada yang berat dan ada juga yang ringan, tergantung dari sudut pandang setiap individu menilai penderitaan tersebut.
Semua penderitaan yang dialami setiap individu pasti ada hikmahnya dan yang terpenting Penderitaan merupakan  langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan,

1.2. Rumusan Masalah
Adapun masalah – masalah yang akan dibahas dalam makalah ini, antara lain :
1. Pengaruh sikap posif dan negative dari adanya penderitaan ?
2. Apa yang dimaksud dengan penderitaan menurut agama?
3. Gejala –gejala yang ditimbulkan dari  penderitaan  ?
1.3. Tujuan Makalah
Dari rumusan masalah yang telah dirumuskan oleh penulis diatas, makalah ini disususn dengan tujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan :
1. Sikap positif dan negative dari penderitaan.
2. Definisi penderitaan.
3. Gejala penderitaan.
1.4. Kegunaan Makalah
Makalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan baik secara teoritis maupun secara praktis. Secara teoritis makalah ini berguna sebagai pengetahuan yang nantinya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari hari.

BAB II
PEMBAHASAN
Manusia yang mengalami Penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam- macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin mengakhiri hidupnya. Sikap ini sering diungkapkan dalam peribahasa “ sesal kemudian tak berguna” dan “nasi sudah menjadi bubur”.  Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalnya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup dan lain-lain.

          Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan hanya rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu merupakan bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap anti, misalnya sikap anti kawin paksa, ia berjuang menentang kekerasan, dan lain-lain. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat bagi seseorang tergantung bagaimana seseorang itu menyikapi penderitaanya bila ia pesimis maka yang didapat hanya kegelapan dalam hidupnya dan kesengsaraan sedangkan dengan optimis seseorang mendapat hikmah dari suatu penderitaan.



"Allah berfirman dalam surat Ar-Ra'd ayat 11."

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ

مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا

 
لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ


Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.  Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

          Menurut agama penderitaan itu adalah teguran dari Tuhan YME. Penderitaan ada yang ringan dan berat contoh penderitaan yang ringan adalah ketika seseorang mengalami kegagalan dalam menggapai keinginannya. Sedangkan contoh dari penderitaan berat adalah ketika seorang manusia mengalami kejadian pahit dalam hidupnya hingga ia merasa tertekan jiwanya sampai mengalami putus asa dan terkadang memilih jalan pintas dengan mengakhiri hidupnya.

          Apabila sikap negatif dan sikap positif ini dikomunikasikan  melalui media massa oleh para seniman kepada para pembaca dan penonton, maka para pembaca dan para penonton akan memberikan penilaiannya. Penilaian itu dapat berupa tujuan perbaikan keadaan. Keadaan yang sudah tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai. Keadaan yang berupa hambatan harus disingkirkan. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia, terutama bagi mereka yang simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca dapat mengambil hikmah dari pelajaran dari karya tersebut.
  
           Manusia yang merasa dirinya menderita akan mendapat tekanan dari dalam jiwanya dan rasa malu. Tak jarang banyak manusia yang ingin mengakhir hidupnya karena tidak kuat menopang siksaan dalam hidupnya. Ini terjadi di karenakan  kekalutan mental. Kekalutan mental merupakan  suatu keadaan dimana jiwa seseorang mengalami kekacuan dan kebingungan dalam dirinya sehingga ia merasa tidak berdaya. 
      Gejala- gejala permulaan pada orang yang mengalami kekalutan mental sebagai berikut :
  1. Dari segi fisiknya sering merasa pusing, sesak napas, demam dan nyeri pada lambung.
  2. Dari segi kejiwaanya sering menunjukkan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis (kurangnya emosi, motivasi, atau antusiasme).  
  3. Selalu iri hati dan curiga, ada kalanya dihinggapi khayalan, dikejar-kejar sehingga dia menjadi sangat agresif, berusaha melakukan pengrusakan atau melakukan detruksi diri dan bunuh diri. 
  4. Komunikasi sosial putus dan ada yang disorientasi social. 
  5. Kepribadian yang lemah atau kurang percaya diri sehingga menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri, ( orang-orang melankolis). 
  6.  Terjadinya konflik sosial – budaya akibat dari adanya norma yang berbeda antara dirinya dengan lingkungan masyarakat. 
          Terkadang kekalutan  mental bisa berujung pada gangguan jiwa  dikarenakan kepribadiaan yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna sehingga orang tersebut merasa rendah diri.

          Proses-proses kekalutan mental bepengaruh pada manusia dalam menentukan tujuan atau arah antara lain :
  •    Proses Positif, bila trauma (luka jiwa) yang dialami seseorang, akan disikapi untuk mengambil hikmah dari kesulitan yang dihadapinya, setelah mencari jalan keluar maksimal, tetapi belum mendapatkannya tetapi dikembalikan kepada sang pencipta yaitu Allah SWT, dan bertekad untuk tidak terulang kembali dilain waktu.
  •   Proses Negatif, bila trauma yang dialami tidak dapat dihilangkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang dicita-citakan. Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin. Sedangkan perjuangan merupakan usaha manusia untuk keluar dari penderitaan.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Didalam kehidupan manusia, kebahagiaan dan penderitaan selalu berkaitan. Penderitaan setiap manusia berbeda-beda tergantung dari sudut pandang setiap individu tersebut menyikapi penderitaan yang dialaminya maupun orang lain.
Penderitaan termasuk realitas kehidupan yang tidak dapat dihindari tetapi dapat diminimalisir dan dihilangkan,  untuk setiap individu yang dapat menyikapi penderitaanya dengan bijak maka mereka akan terlepas dari penderitaan tersebut karena penderitaan merupakan langkah awal mencapai kebahagiaan bagi setiap individu yang dapat mengambil hikmah dari setiap penderitaan tersebut.

Saran
Penderitaan merupakan realita kehidupan yang tidak dapat dihindari namun dapat diminimalisir bahkan dapat dihilangkan bagi individu yang dapat mengambil hikmah dari penderitaan tersebut.
Dari pernyataan diatas penulis menyarankan bahwa penderitaan itu harus dijadikan sebagai hikmah dan ujian untuk menaikan tingkat derajat manusia itu sendiri.



REFERENSI 
  • Widyo Nugroho dan Achmad Muchji. 1996.  Ilmu Budaya Dasar. Rev ed. Cet 5. Jakarta: Gunadarma.
  •  http://tafsirq.com/13-ar-rad/ayat-11  (Diakses pada tanggal 5 maret 2016)

Komentar